Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Semangat Claudia Scheunemann untuk Garuda Pertiwi
Sumatera Barat
12 jam yang lalu
Semangat Claudia Scheunemann untuk Garuda Pertiwi
2
Bali United Fokus Persiapan Leg Pertama Championship Series
Olahraga
12 jam yang lalu
Bali United Fokus Persiapan Leg Pertama Championship Series
3
Borneo FC Jalani Latihan Perdana Hadapi Championship Series
Olahraga
12 jam yang lalu
Borneo FC Jalani Latihan Perdana Hadapi Championship Series
4
Tak Kesulitan Adaptasi, Sonny Stevens Pernah Jadi Striker
Sumatera Barat
11 jam yang lalu
Tak Kesulitan Adaptasi, Sonny Stevens Pernah Jadi Striker
5
Elias Dolah Ingin Belajar Surfing
Olahraga
11 jam yang lalu
Elias Dolah Ingin Belajar Surfing
6
Kemenpora Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Senam 2025
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Kemenpora Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Senam 2025
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/

Jokowi Larang Menteri Cari Pinjaman ke Luar Negeri

Jokowi Larang Menteri Cari Pinjaman ke Luar Negeri
Presiden Joko Widodo. (okezone.com)
Senin, 12 Februari 2018 15:18 WIB
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) Jokowi mengatakan, Indonesia sudah tergolong negara besar. Terbukti dengan masuknya Indonesia dalam kelompok negara G-20.

Karena itu, Jokowi memperingatkan para menteri agar tidak mencari-cari bantuan kepada negara lain.

''Ini yang perlu saya ingatkan, kita ini negara anggota G-20, sudah masuk dalam kategori negara besar. Jangan lagi merasa inferior, kita ini anggota G-20. Saya sampaikan kepada para menteri jangan mencari-cari bantuan, tapi harus membantu,'' kata presiden dalam pidatonya di depan para diplomat Indonesia di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Senin (12/2/2018), seperti dikutip dari sindonews.com.

Mantan Walikota Surakarta yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada seluruh kepala perwakilan Indonesia di luar negeri untuk tidak lagi menganggap bahwa Indonesia adalah negara kecil yang masih membutuhkan bantuan dari luar negeri.

Jokowi berujar, menjadi diplomat saat ini tidak mudah. Banyak tantangan dan juga rintangan yang dihadapi oleh diplomat Indonesia pada saat ini, mulai dari konflik berkepanjangan, kejahatan lintas batas, dan banyak tantangan lainnya.

Kendati demikian, Jokowi berpesan agar para diplomat Indonesia tetap harus mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat Indonesia dan teguh dalam memperjuangkan wilayah Indonesia.

''Masyarakat kita yang berjumlah 260 juta jiwa mengharapkan agar diplomat kita mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat Indonesia,'' kata Jokowi.

''Diplomasi yang cepat, responsif, tanggap. Bukan diplomasi yang menghamburkan uang, tapi yang menghasilkan uang,'' ujarnya.

''Diplomasi yang berpihak kepada kepentingan negara, kepada kedaulatan negara, yang tidak akan mundur satu inci pun dalam mempertahankan kedaulatan negara. Memberi kontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia,'' imbuh Presiden Jokowi.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/