Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
Umum
24 jam yang lalu
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
2
Ria Ricis Resmi Jadi Janda, Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak
Umum
24 jam yang lalu
Ria Ricis Resmi Jadi Janda, Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak
3
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
Nasional
23 jam yang lalu
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
4
Indonesia Melaju ke Final Piala Uber 2024, Komang Ayu Jadi Bintang
Olahraga
9 jam yang lalu
Indonesia Melaju ke Final Piala Uber 2024, Komang Ayu Jadi Bintang
5
Satoru Mochizuki Tetapkan 13 Pemain Timnas Wanita Tampil di Piala Asia Wanita U 17
Olahraga
10 jam yang lalu
Satoru Mochizuki Tetapkan 13 Pemain Timnas Wanita Tampil di Piala Asia Wanita U 17
6
Ginting Kalahkan Chou Tien Chen, Indonesia Unggul 1-0
Olahraga
7 jam yang lalu
Ginting Kalahkan Chou Tien Chen, Indonesia Unggul 1-0
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/

Antasari Azhar: Kalau Saya Punya Kewenangan Hari Ini, Sudah Saya Bongkar...

Antasari Azhar: Kalau Saya Punya Kewenangan Hari Ini, Sudah Saya Bongkar...
Antasari Azhar saat syukuran
Minggu, 27 November 2016 06:32 WIB
JAKARTA - Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menegaskan, untuk saat ini belum ingin membicarakan langkah selanjutnya terkait kasus pernah menjerat dirinya. Menurut Antasari, kasus tersebut akan dibahasnya menunggu hingga tiga bulan ke depan.

"Pertanyaan itu untuk tiga bulan lagi. Sekarang saya lagi istirahat. Lagi membayar nazar saya. Ziarah ke (makam) orangtua, ke leluhur saya. Terus Januari saya mau Umroh. Nah, setelah Januari baru kita bicara itu. Terlalu dini kalau bicara sekarang," kata Antasari usai menggelar acara syukuran atas bebas bersyaratnya di Grand Zuri BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (25/11).

Antasari mengatakan, butuh taktik dan strategi tersendiri untuk membuka kasus itu kembali. Sebab, untuk membuka kasus ini, dirinya sama sekali tidak memiliki kewenangan.

"Kalau saya punya kewenangan hari ini, mungkin sudah saya bongkar. Saya enggak punya kewenangan. Harus melalui lembaga yang formal. Nah, kalau lembaga yang formal itu enggak mau? Kan harus ada upaya lagi, pelan-pelan. Ibaratnya mencari jarum di jerami," ucapnya.

Meski demikian, pria kelahiran Pangkal Pinang 63 tahun silam ini mengaku mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

"Support maksimal mereka," sebutnya. "Cuma kan pada akhirnya saya yang harus buka. Biarlah proses itu yang membuka," kata dia.

Acara syukuran sendiri dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasona Hamonangan Laoly. Acara itu rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Presiden Jokowi batal datang lantaran sedang berada di luar kota.

"Tadi telepon kira-kira pukul sepuluh, katanya, 'mohon maaf pak Antasari, lagi di Makassar ada kegiatan kenegaraan, ada peresmian," kata Antasari menirukan ucapan Jokowi.

"Iya, enggak apa-apa, Pak," ucap Antasari mengulang jawabannya.

Segendang sepenarian, adik Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin, yang dikabarkan hadir pun nyatanya tak tampak.

"Harusnya hari ini dia datang, janji sama saya. Tetapi tadi telepon lagi di Makassar, ibunya sakit," sebut Antasari.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/