Rabu, 08 Juli 2020 01:19 WIB

Kesalahan Input Data PPDB Sumbar Bisa Diperbaiki

gosumbarcom_ancbk_51155.jpg
Ketua Panitia PPDB SMA, SMK, dan SLB Sumbar, Suryanto. (ANTARA/Miko Elfisha)
PADANG - Banyak calon siswa SMA/SMK di Sumatera Barat disinyalir salah menginput data Pendaftaran Peserta Didik Baru secara daring, tetapi masih diberi kesempatan memperbaiki hingga sore ini, kata Ketua Panitia PPDB SMA, SMK, dan SLB Sumbar Suryanto.

"Banyak yang salah input data, terutama jarak domisili dan sekolah. Merujuk sistem zonasi, bisa tidak masuk ke sekolah yang dekat rumah. Segera perbaiki," kata dia di Padang, Senin (6/7).

Beberapa kasus yang ditemukan, calon peserta saat mendaftar tidak memperhatikan tanda koma dan tanda titik di belakang angka yang menunjukkan jarak domisili. Selain itu, tidak memperhatikan satuan jaraknya, meter atau kilometer.

Akibatnya, banyak ditemukan jarak yang tidak logis, misalnya 360 kilometer dari sekolah atau 0,5 meter dari sekolah.

Ia mengatakan untuk kesalahan input data seperti itu masih diberikan kesempatan bagi calon peserta didik untuk memperbaiki hingga Senin (6/7) sore.

"Silakan langsung datang ke sekolah karena akun untuk memperbaiki data itu ada di sekolah. Di sana sudah ada tim menunggu," katanya.

Setelah proses itu, akan ada verifikasi dan validasi data untuk memastikan data calon peserta didik. Data itulah nanti yang diakui sebagai data valid untuk PPDB Sumbar 2020.

Suryanto menyebut hingga saat ini sudah sekitar 75 ribu calon peserta didik yang mendaftar untuk tingkat SMA/SMK dan kemungkinan terus bertambah karena diprediksi akan ada 90 ribu orang.

Puluhan orang tua calon peserta didik mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sumbar menuntut penjelasan tentang data yang diumumkan di laman ppdbsumbar.id.

Data itu dinilai banyak yang "aneh" sehingga mereka khawatir anaknya tidak bisa masuk sekolah tahun ini.

"Masa ada anak yang tinggalnya jauh, tetapi diterima yang dekat bisa tidak diterima. Padahal katanya pakai sistem zonasi," ujar salah seorang perwakilan calon peserta didik.

Ia berharap, sebelum sekolah dimulai 13 Juli 2020, semua persoalan terkait dengan data itu sudah bisa diselesaikan dinas terkait. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Pendidikan, Sumatera Barat
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...