Selasa, 07 Juli 2020 20:59 WIB

Ini Harapan PB Mutiara Cardinal Bandung di Usia 53 Tahun

Penulis: Azhari Nasution
gonews_mxvnb_86637.jpg
Gregoria Mariska Tunjung. (Ist)

JAKARTA - Perkumpulan Bulutangkis (PB) Mutiara Cardinal Bandung telah menginjak usia 53 tahun. Selama lebih dari setengah abad membina bibit-bibit bulutangkis, klub yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini sudah melahirkan atlet-atlet berprestasi seperti Emma Ermawati, Atu Rosalina, Ricky Karanda Suwardi, hingga Gregoria Mariska Tunjung yang kini menjadi tunggal putri terbaik Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan dalam pembinaan bulutangkis, PB Mutiara Cardinal Bandung tetap bertekad untuk terus menelurkan calon-calon bintang bulutangkis Indonesia di masa yang akan datang.

"Kami ingin terus konsisten menjalakan pembinaan atlet usia muda untuk nantinya bisa dipromosikan ke pelatnas," kata Umar Djaidi, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Mutiara Cardinal Bandung.

"Tantangan dalam pembinaan itu cukup kompleks, dimulai dari pencarian atlet yang berbakat, dilanjutkan dengan pembinaan yang berkualitas, tentunya harus ada dukungan dana dan fasilitas," lanjut Umar saat diwawancara Badmintonindonesia.org.

Pandemi Covid-19 membuat PB Mutiara Cardinal Bandung untuk sementara memberhentikan kegiatan latihan. Para atlet di asrama pun sudah dipulangkan ke rumah masing-masing sejak Maret 2020 lalu.

"Hari ini tidak ada acara khusus, karena masih pandemi Covid-19. Tadi ada inisiatif dari beberapa pelatih dan pengurus yang rumahnya dekat untuk berkumpul di Mutiara," tutur Umar.

"Saat ini adalah masa-masa yang sulit dalam pembinaan, yang terdampak bukan hanya dari aspek kesehatan saja tapi ada aspek lain yaitu dukungan dana akibat ada perlambatan ekonomi," sebut Umar.

Hingga saat ini PB Mutiara Cardinal Bandung masih belum bisa memastikan kapan kegiatan latihan di klub bisa dilanjutkan kembali. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan pengurus klub terkait protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19.

"Jujur saat ini kami masih belum membuka pembinaan, kami mesti berhitung benar kapan pembinaan bisa dimulai lagi. Berkumpulnya 150 orang terdiri dari atlet, pelatih, pengurus dan karyawan kantin akan menimbulkan kerawanan penularan Covid-19," jelas Umar.

Umar mengatakan saat ini pengurus klub tengah menyiapkan prosedur pemanggilan atlet secara bertahap.

"Mudah-mudahan bulan depan sudah mulai ada pembinaan lagi, tapi sekali lagi semua itu tergantung dari situasi dan kondisi," ucapnya menutup pembicaraan. ***

Kategori : Olahraga, GoNews Group
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...