Senin, 06 Juli 2020 14:34 WIB

Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR

gonews_7g88v_86582.jpg
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet).
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta agar anggaran penganggulangan pandemi Covid-19 yang berjumlah hampir Rp 905 trilun, bisa mensubsidi biaya tes polymerase chain reaction PCR dan juga subsidi harga kuota internet pelajar.

Hal itu disampaikan Bamsoet dalam diskusi 'Implementasi New Normal' bersama Koordinat Wartawa Parlemen (KWP), Senin (6/7/2020).

Ia berpandangan, biaya tes PCR masih terlalu mahal dan membani masyarakat. Demikian juga para siswa dan mahasiswa yang harus menerapkan pembelajaran jarak jauh, biaya kuota terbilang tak ringan.

"Jadi sekali lagi, saya ingin pemerintah menggeser sebagian dana penanggulangan Covid-19 untuk; pertama untuk subsidi pembiayaan PCR rakyat, kedua untuk kuota kepada mahasiswa dan pelajar yang terpaksa belajar jarak jauh," kata Bamsoet.

Selain dua hal tersebut, Bamseot juga meminta agar ratusan triliun dana penanggulangan pandemi Covid-19, harus segera diserap dengan baik.

Beberapa pos yang disebut; Rp 106 triliun untuk K/L dan Pemda, Rp 123,4 triliun untuk UMKM, Rp 110 triliun untuk subsidi bunga, Rp 203 triliun untuk subsidi listrik terutama kapasitas 450 watt.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Nasional, GoNews Group
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...