Sabtu, 30 Mei 2020 19:10 WIB

Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19

gonews_tmtek_85594.jpg
Remdesivir. (Gambar: Ist.)
JAKARTA - Remdesivir, obat antivirus yang dikembangkan oleh Gilead di Amerika Serikat sebagai pengobatan untuk ebola, telah diuji klinis dan diketahui cukup efektif dalam mengobati pasien virus corona.

Periode perawatan pasien jadi diperpendek dari 15 hari menjadi 11 hari, dan angka kematian menurun dari 11,9 persen menjadi 7,1 persen, berdasarkan hasil uji Institut Kesehatan Nasional AS, dan 73 institusi medis di 10 negara termasuk Korea Selatan.

Regulator AS menyetujui obat ini untuk penggunaan darurat bulan ini. Jepang dan Inggris meyakini obat itu dapat digunakan dan mulai diberikan kepada pasien.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (30/5/2020), Pemerintah Taiwan telah menyetujui remdesivir, sebagai salah satu pengobatan potensial melawan Covid.

Gilead yang berbasis di California mengatakan, akan menyumbangkan 1,5 juta dosis Remdesivir untuk memerangi pandemi global. Jumlah ini cukup untuk mengobati setidaknya 140.000 pasien.

Kantor berita Yonhap mengabarkan, Divisi Penanggulangan Karantina Pusat Korea Selatan telah memutuskan untuk memperkenalkan 'Remdesivir' di Korsel.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Internasional, Kesehatan, GoNews Group
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...