Jum'at, 29 Mei 2020 23:30 WIB

Empat Investor Jajaki Peluang Investasi Sawit di Pesisir Selatan

gosumbarcom_bxftb_49903.jpg
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pesisir Selatan, Suardi. (ANTARA/Didi Someldi Putra)
PAINAN - Empat investor dalam bidang kelapa sawit sedang menjajaki peluang untuk menanamkan modal di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, seiring dengan besarnya potensi wilayah perkebunan di daerah setempat.

"Ada empat investor yang kini sedang menjajaki peluang berusaha, dan saat ini mereka secara bertahap terus melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pesisir Selatan Suardi di Painan, Jumat (29/5/2020).

Ia mengatakan potensi investasi di wilayah ini sangat besar karena keseluruhan luas kebun kelapa sawit mencapai lebih dari 100.000 hektare yang tersebar di 10 kecamatan, dan lebih dari separuhnya merupakan kebun milik rakyat.

"Luas kebun kelapa sawit saat ini tidak sebanding dengan jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada, sehingga peluang berusaha di bidang ini masih cukup terbuka," katanya.

Meski demikian, Suardi mengakui proses usaha empat investor ini agak melambat karena pandemi COVID-19 juga telah mempengaruhi sektor keuangan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Pesisir Selatan Afrizal Kirun menyatakan daerah setempat masih kekurangan pabrik pengolahan kelapa sawit.

Sebelumnya, tambah dia, di Pesisir Selatan hanya ada tiga pabrik pengolahan kelapa sawit, dan baru setahun terakhir ada penambahan satu unit lagi.

Dampak dari penambahan pabrik ini sudah bisa dirasakan masyarakat seperti harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang mulai bisa bersaing dan kompetitif.

"Harga TBS mulai bersaing, apabila tahun sebelumnya sebulan jelang lebaran harga di tingkat petani sudah anjlok hingga Rp400 per kilogram, namun saat ini harga TBS baru anjlok dua pekan sebelum lebaran," katanya.

Pihaknya juga mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten dalam mendatangkan investor, dengan harapan kehadiran mereka mampu mendongkrak harga TBS yang tidak stabil sepanjang tahun. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Ekonomi, Sumatera Barat, Pesisir Selatan
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...