Jum'at, 22 Mei 2020 15:35 WIB

Ambulans Bawa Pasien Reaktif Corona Dihadang Warga, Baru Bisa Lewat Setelah Polisi Tiba

558a664312666ff7a99e217mc-143593.jpg
Mobil ambulans membawa pasien reaktif ke rumah karantina Wisma Wanagama di kawasan hutan Wanagama, Desa Banaran, Playen. (suharjono/sindonews.com)
GUNUNGKIDUL - Mobil ambulans yang membawa pasien reaktif virus corona hasil rapid test menuju kawasan hutan Wanagama dihadang warga Desa Banaran, Playen, Gunungkidul, Jumat (22/5/2020) pagi.

Dikutip dari sindonews.com, Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengatakan, ambulans milik PMI yang membawa pasien usai menjalani swab di rumah sakit itu tidak dibolehkan warga melalui jalan utama di desa tersebut.

Warga beralasan, karena berdasarkan kesepakatan, pasien yang dikarantina di Wanagama harus melalui jalur kawasan hutan blunder.

''Jadi mobil sempat tertahan. Akhirnya, kami meminta bantuan polisi dan akhirnya diizinkan lewat,'' terangnya kepada wartawan di Wonosari Jumat (22/5/2020).

Dijelaskannya, pihaknya memang terpaksa tidak melalui jalur kesepakatan antara gugus tugas penanganan Covid-19 Pemkab Gunungkidul bersama pihak Desa Banaran. Hal ini karena jalurnya cukup ekstrem sehingga bisa membahayakan pasien dan juga pengemudi ambulans.

''Karena pertimbangan jalur yang curam, maka kami meminta ambulans tetap melalui jalur utama. Terlebih lagi itu bukan jalan desa, namun jalan kabupaten,'' katanya.

Penghadangan mobil ambulans yang membawa pasien juga disesalkan Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Dia berharap, masyarakat bisa memahami dan menyadari dengan kondisi saat ini.

''Kami berharap semua memiliki empati dan juga semangat kebersamaan. Jadi kami meminta warga Desa Banaran membolehkan akses jalan,'' ulasnya.

Loading...

Menurutnya, dengan hal ini, dia yakin bahwa sudah ada standar penanganan atau dikenal dengan protokol Covid-19. ''Jadi semua menggunakan prosedur, warga tidak perlu takut. Mari kita jaga bersama dengan sifat gotong royong. Semua demi kemanusiaan dan bagaimana agar pandemi segera berakhir,'' katanya.

Menurut Endah, kasus ini semestinya harus disikapi dengan arif dan bijaksana. ''Gugus tugas juga harus melakukan gerakan penyadaran agar pola penanganan bisa sesuai dengan rencana dan juga prosedur,'' pungkasnya.***

Editor : hasan b
Sumber : sindonews.com
Kategori : Peristiwa, Kesehatan
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...