Kamis, 21 Mei 2020 23:19 WIB

Warga Padang yang Sembuh dari Covid-19 Jadi 74 Orang

gosumbarcom_lmvmg_49730.jpg
Petugas mengambil sampel cairan saluran pernapasan pedagang di Pasar Raya Padang. (Antara/Ikhwan Wahyudi)
PADANG - Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumatera Barat mencatat total warga terinfeksi Corona Virus Disease (Covid-19) yang telah dinyatakan sembuh hingga Kamis,  21 Mei 2020 mencapai 74 orang.

"Dari 279 terkonfirmasi positif sebanyak 74 orang dinyatakan sembuh hingga saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid di Padang, Kamis (21/5/2020).

Ia menyampaikan Pasien yang telah dinyatakan sembuh telah melalui dua kali tes swab untuk memastikan tidak ada lagi virus di tubuhnya.

Setelah dinyatakan sembuh yang bersangkutan sudah bisa berinteraksi dan beraktivitas sebagaimana biasa.

Ia menjelaskan minimal butuh waktu 14 hari untuk seseorang dapat dinyatakan sembuh sejak pertama kali terinfeksi.

"Ini juga tergantung daya tahan tubuh yang membentuk antibodi untuk melawan virus tersebut," kata dia.

Ia mengatakan kesembuhan pasien tersebut juga berkat kemauan untuk sembuh serta tekad kuat agar terbebas dari virus corona.

Selain itu, pasien yang berhasil sembuh juga mampu meningkatkan daya tubuh, mau mengonsumsi makanan yang bergizi , serta minum obat yang disarankan.

"Pasien juga mampu menghindari stres ketika dinyatakan positif COVID-19," kata dia.

Sementara hingga 21 Mei 2020 terdapat 1.740 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 41 orang tanpa gejala, 766 orang dalam pemantauan, 229 pasien dalam pengawasan, 279 positif, 17 meninggal, dan 119 negatif.

Dari 279 pasien positif 101 dirawat, 36 isolasi mandiri dan 51 karantina.

Ia menyampaikan virus corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Adapun sarana penularan meliputi tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19 dan memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.

Selain itu kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Kemudian ia mengimbau semua warga tidak hanya di zona merah namun semua wilayah untuk sementara waktu tidak bepergian ke tempat umum.

"Kalau pun terpaksa harus bepergian usahakan pakai masker, kita tidak pernah tahu ada orang yang ternyata pembawa virus namun tanpa gejala," katanya.

Sementara hingga 21 Mei 2020 ratusan pedagang di Pasar Raya Padang diambil sampel lendir saluran pernapasan untuk kemudian dilakukan tes swab dalam rangka memastikan apakah terpapar Corona Virus Disease (COVID-19).

"Awalnya tes dilakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, namun untuk kemudahan akhirnya dipindahkan ke Pasar Raya Blok III lantai empat," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andre Algamar.

Menurut dia Pasar Raya Padang merupakan kluster terbesar penularan COVID-19 terbesar di Padang sehingga diputuskan untuk melakukan tes swab bagi seluruh pedagang yang jumlah mencapai sekitar 1.500 orang.

Untuk kluster Pasar Raya hingga hari ini yang terinfeksi COVID-19 sudah mencapai 110 orang, dengan adanya tes swab diharapkan bisa memutus mata rantai penularan, kata dia.

Andre menyampaikan hasil tes akan keluar empat sampai lima hari ke depan.

Setelah hasil keluar akan ketahuan siapa yang positif dan negatif untuk kemudian dilakukan isolasi.

Untuk memastikan Pasar Raya zona hijau harus melalui tes dulu, kata dia. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa, Sumatera Barat, Padang
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...