Kamis, 21 Mei 2020 22:33 WIB

Disangka Akan Dapat Hadiah dan Takut Ditagih, M Nuh Minta Perlindungan Polisi

gonews_bkjmw_85418.jpg
JAMBI - Muhammad Nuh alias M Nuh lelaki yang memberikan penawaran tertinggi atas motor listrik bertanda tangan Jokowi ternyata tidak paham lelang.

Belakangan didapatkan informasi, dia bukan seorang pengusaha, melainkan hanya buruh harian.

Menanggapi hal ini, Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi menegaskan tidak ada penangkapan terhadap M Nuh. "Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," kata Firman saat dikonfirmasi Metrojambi.com, Kamis (21/5/2020).

Berdasarkan penjelasan Firman, yang bersangkutan datang untuk meminta perlindungan kepada pihak kepolisian.

"Yang bersangkutan setelah diwawancara, tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang," kata Firman.

"Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," imbuhnya.

Firman juga menyampaikan jika tidak ada pengusutan terkait kasus ini. "Tidak ada kasus. Yang bersangkutan diwawancarai untuk diketahui apa yang sebenarnya terjadi."

Untuk diketahui, Motor listrik buatan anak bangsa yang bertanda tangan Jokowi dilelang dalam acara Konser BPIP. Motor tersebut ditawar dengan harga mencapai Rp 2,5 miliar oleh pria bernama M Nuh.

Namun belakangan dikabarkan, M Nuh dikabarkan ditangkap aparat kepolisian setelah acara lelang itu berlangsung.

Kejadian bermula ketika konser yang digelar MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melelang motor listrik  yang bertanda tangan Presiden Joko Widodo.

Konser solidaritas kemanusian yang bertajuk "Bersatu Melawan Korona" itu diselenggarakan pada Minggu, 17 Mei 2020. TVRI dan beberapa stasiun televisi swasta menyiarkan acara tersebut.

"Cara lelang silahkan telepon sebutkan nama kemudian verifikasi, kemudian sebutkan jumlah yang akan di bid. Terus siapa pun pemenangnya transfer duitnya," kata juru lelang dalam acara tersebut.

Pembawa acara Choky Sitohang dan Andy F Noya memandu acara lelang motor ini. Sementara para penyanyi seperti Dewi Perssik dan Iis Dahlia menjadi penerima telepon dari penawar lelang.

Lelang dibuka dengan harga Rp700 juta dari salah satu penelepon dan angkanya terus bertambah. Bahkan politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait juga sempat menawar motor itu dengan sebesar Rp 1,4 miliar.

Namun tidak berapa lama, angkanya bertambah menjadi Rp 1,5 miliar oleh penelepon yang lain. Para selebritis yang dilibatkan untuk menerima telpon dari peserta lelang pun nampak kewalahan menerima panggilan telpon yang masuk untuk menawar motor listrik bertanda tangan Jokowi tersebut.

Lalu di ujung lelang Choky Sitohang mengumumkan bahwa ada seorang pengusaha asal Jambi yang menawar dengan angka paling tinggi. "Sekarang kami sudah menerima telepon yang diterima mbak Wanda Hamidah, seorang pengusaha asal Jambi, harganya di Rp 2.550 Miliar. Benar enggak itu mbak?" tanya Choky pada Wanda.

Sebagai penerima telepon dari pria itu, Wanda membenarkan perkataan tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa pria yang memberikan penawaran tertinggi itu bernama M Nuh.

"Bapak M Nuh, dari Jambi, beliau dari kampung Manggis. Terverifikasi. Kita bahkan telah menelepon beliau dua kali dan sangat mengharapkan," ucap Wanda.

Sebelum menutup lelang, Choky Sitohang berkata, "Kami harus ambil keputusan kepada siapa motor listrik buatan anak negeri bertanda tangan presiden Jokowi ini kami lepas."

Akhirnya motor listrik bertanda tangan Jokowi itu pun jatuh ke tangan warga asal Jambi bernama M. Nuh yang berhasil menawar dengan cepat di harga Rp 2.550.000.000.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : metrojambi
Kategori : Umum, Peristiwa
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...