Rabu, 20 Mei 2020 23:36 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Raya Padang Jalani Tes Swab Tiga Hari ke Depan

gosumbarcom_wnzh9_49692.jpg
Petugas mengambil sampel cairan saluran pernapasan pedagang di Pasar Raya Padang pada Rabu (20/5). (Antara/Ikhwan Wahyudi)
PADANG - Ratusan pedagang di Pasar Raya Padang akan diambil sampel lendir saluran pernafasannya untuk kemudian dilakukan uji swab dalam rangka memastikan apakah terpapar Corona Virus Disease 2019 penyebab COVID-19 atau tidak.

"Awalnya tes dilakukan di puskesmas dan rumah sakit terdekat, namun untuk kemudahan akhirnya dipindahkan ke Pasar Raya Blok III lantai empat," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andre Algamar di Padang, Rabu.

Menurut dia Pasar Raya Padang merupakan klaster terbesar penularan COVID-19 terbesar di Padang sehingga diputuskan untuk melakukan tes swab bagi seluruh pedagang yang jumlah mencapai sekitar 1.500 orang.

"Untuk klaster Pasar Raya hingga hari ini yang terinfeksi COVID-19 sudah mencapai 110 orang, dengan adanya tes swab diharapkan bisa memutus mata rantai penularan," kata dia.

Tes swab dilakukan oleh petugas dari dinas kesehatan dan para pedagang dijemput langsung ke tempat berjualan dan ada juga yang datang secara sukarela.

Ia menyampaikan selain pedagang yang dites adalah mereka yang memiliki kontak erat, seperti anggota keluarga pedagang.

"Tes dilakukan selama tiga hari ke depan, mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, minimal dalam satu hari bisa 500 orang yang diambil sampel cairan saluran pernapasannya," ujarnya.

Andre menyampaikan hasil tes akan keluar dalam jangka empat sampai lima hari ke depan.

Loading...

Setelah hasil keluar akan ketahuan siapa yang positif dan negatif untuk kemudian dilakukan isolasi.

"Untuk memastikan Pasar Raya zona hijau harus melalui tes dulu," ujar dia.

Tes swab merupakan metode pengambilan sampel cairan saluran pernapasan dengan cara mencolok hidung pasien menggunakan cotton buds yang kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Padang mengungkap Pasar Raya Padang menjadi lokasi penularan COVID-19 terbanyak di kota itu.

"Berdasarkan hasil kajian epidemiologi yang dilakukan jika pada lokasi lain penularan bisa terputus maka di Pasar Raya ditemukan polanya menyebar sampai lini ke empat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid.

Ia memaparkan pada mulanya temuan kasus di Pasar Raya Padang merupakan hasil penelusuran riwayat kontak dari satu pasien yang positif di RSUP M Djamil Padang. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa, Sumatera Barat, Padang
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...