Minggu, 17 Mei 2020 17:01 WIB

Benarkah Manusia akan Dipasangi Chip?

gonews_7tzc2_85269.jpg
Chip Implan. (Foto: Ist./Mashable)
JAKARTA - Seorang yang disebut sebagai dokter Dr. Rashid Buttar bicara soal agenda pemasangan chip pada umat manusia. Ia mengaku, ratusan dukungan telah Ia terima dari kalangan dokter terkait sikapnya menolak pemasangan chip.

"Ini bukan soal siapa yang membantu saya, ini simpel. Saya ingin anak-anak saya memiki masa depan. Dan mereka tidak akan diberi chip. Saya akan jadi orang pertama yang akan mati jika pemasangan chip diharuskan," kata dia dalam video yang menggambarkan wawancara virtualnya dengan Londonreal, yang diunggah akun youtube Urban Favor, Sabtu (16/5/2020).

Isu soal pemasangan chip pada manusia yang dinyatakan sehat dari virus corona atau setelah divaksinasi, memang beredar termasuk di tanah air. Menanggapi informasi tersebut, Jurubicara Koalisi Lawan Corona (KLC), Nukila Evanty berharap masayarakat tak panik, dan bisa menyaring informasi-informasi yang beredar.

"Memang ada rencana kita mau dipasangin chip? Serem ah!" ujarnya, tersenyum.

Ia kemudian mengenang teknologi biometrik beberapa tahun lalu yang sempat Ia tolak. Kata dia, "Saya sebenarnya menolak waktu syarat dapat visa ke Eropa tahun 2017 harus menggunakan teknologi yang mereka sebut biometrik untuk memudahkan negara negara eropa memonitor kita denga istilah automatic facial recognition. Kalau nggak ikut proses biometrik itu nggak dapat visa,".

Sekedar pengingat, kabar soal geliat bisnis vaksin juga bukan kabar baru. Seorang analis lokal, Mardigu Wowiek, dalam sebuah wawancara dengan GoNews.co mengungkap sebuah nama yang terlibat, meski tak menyebut nama negaranya.

"Saya dapat data, 'moderna'" kata dia kala itu. Tapi Mardigu tak menyebut soal Chip.

Di Indonesia, industri vaksin termasuk industrsi yang juga akan didorong tumbuh sebagai bagian dari kekuatan ekonomi baru.

"Industri-industri baru di bidang medis, itu juga harus kita lakukan sehingga kita bisa meminimalkan impor," kata Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (12/5/2020) lalu.

Penetapan industri baru dalam implementasi 'The Next Normal', hanya satu dari beberapa poin penting lainnya yakni; Penetapan Kebijakan PASE, Memperbarui Kepercayaan Diri sebagai Tujuan (misalnya Pariwisata), dan Pendampingan (misalnya peningkatan SDM, produktivitas UMKM, investasi infrastruktur).

Lembar PASE yang dipaparkan di hadapan RDP dengan Komisi VIII DPR RI itu, dimulai dengan tahapan besar; Mengendalikan Covid-19, Meningkatkan Ketahanan Pangan, PASE, Implementasi 'The Next Normal', dan Transformasi.

Tahapan Transformasi ini, sebatas yang terbaca dari tangkapan layar video RDP, berupa Restrukturisasi Tatanan yang meliputi:

1) Perubahan Strukturisasi Pemerintahan

3) Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan (e-Learning)

2) Memperkuat Sistem Perlindungan Sosial untuk Mendukung Segmen yang Rentan.

Terkait dengan tatanan baru, video Urban Favor itu juga menyebut, bahwa pada tanggal 26 Maret 2020, Microsoft memiliki paten resmi dengan nomor paten, 060606 (666). Patent ini disebut berhubungan dengan sistem keuangan Cryptocurrency, yang mana nantinya akan menjadi sistem mata uang tunggal dunia.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Umum, Internasional, GoNews Group
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...