Minggu, 10 Mei 2020 00:50 WIB

Viral, Cerita Tukang Sapu Lidi dan Anggota Polisi dari Polres Bukittinggi

Penulis: Jontra
gosumbarcom_r6zdh_49266.jpg
Viral, Cerita Tukang Sapu Lidi dan Anggota Polisi dari Polres Bukittinggi, Sabtu 9 Mei 2020.
BUKITTINGGI - Seorang Polisi yang bertugas di Si Propam Polres Bukittinggi bernama Aiptu Nofri Matri Aldi, S.H tiba-tiba menjadi viral di media sosial Facebook.

Hal itu berawal dari postingan Nofri Matri Aldi di akun FB pribadinya pada Sabtu 9 Mei 2020, yang kemudian tanpa diduga justru dibagikan oleh ratusan orang yang merasa empati dengan postingan tersebut ke berbagai group publik FB warga Bukittinggi dan sekitarnya.

Di group FB Kaba Bukittinggi yang memiliki 253.777 anggota, akun postingan yang dibagikan oleh akun pribadi Iswandi Nurmatias itu telah disukai sebanyak 2788 orang dengan 140 komentar sampai pukul 23.45 WIB, belum lagi di berbagai group yang lainnya.

Ratusan komentar positif juga terlihat mengalir di kolom komentar yang ada. Rata-rata mereka mendukung tindakan yang telah dilakukan oleh Polisi tersebut.

Postingannya itu terkait dengan Nofri yang membeli sebuah sapu lidi dari seorang penjual sapu yang kebetulan lewat di depan Mapolres Bukittinggi, usai dirinya melakukan apel pagi piket gabungan pengamanan Corona Covid -19 pada tahap dua dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Sumatera Barat.

Postingannya itu berisi; Dari kejauhan saya lihat bapak yg jual sapu lidi ini berjalan agak tergopoh2..trus bapak ini langsung saya panggil dengan maksud akan membeli sapu lidinya..sudah niat dihati untuk membeli sapu lidi bapak ini tanpa menawar..sempat saya tanya..”dari mana jalan tadi pak “kata saya..trus bapak ini menjawab”dari kubang putih nak “..sambil berkata dalam hati “ya allah jauhnya lagi kalau untuk seumuran bapak ini “sambil berucap dalam hati..trus saya tanya lagi “dirumah ada berapa orang pak”..”lima orang nak”jawab bapak ini..sambil pegang sapu lidi bapak tersebut saya bertanya terus “ini sapu bapak yg bikin pak” jawab si bapak “bukan nak saya beli dipasar dengan modal rp 8.000 trus saya jual rp 12.000 ribu nak” saya lihat sapu yg dibawa itu kira2 10 buah..kalau laku semua berarti bapak ini mendapat untung rp 40.000 ribu..pertanyaan saya dalam hati..apakah cukup dengan uang rp 40.000 ribu bapak ini untuk menghidupi keluarganya yg jumlah 5 orang..tanpa pikir panjang saya langsung beli sapu lidi bapak ini sambil bilang..”ini pak saya ambil satu sapu lidinya dan kembaliannya silahkan beli beras ya pak”(maaf bukannya riya ya) ..saya lihat wajah bapak ini agak terharu sambil bilang”makasih banyak ya nak mudah2 an rezeki anak bertambah terus “kata si bapak..trus saya aamiin kan.. Pelajaran yg dapat saya ambil dari si bapak ini adalah semangatnya yg tidak pernah pudar dalam mencari nafkah walaupun sudah agak renta Sebab dalam Islam bekerja merupakan ibadah. Seorang muslim dilarang untuk meminta-minta. Mereka diwajibkan mencari nafkah..ini cerita pagi ku..mana cerita pagimu.

Terkait hal itu Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso, SiK, MH yang dimintai tanggapan nya terkait hal itu menyebutkan, anggotanya yang bertugas di Propam itu memang sudah sering dia dengar memiliki jiwa sosial yang tinggi dan memiliki kepedulian dengan lingkungan sekitarnya. "Semoga hal positif itu juga ditularkan kepada anggota - anggota lainnya. Karena, tugas kita di Polri itu sejatinya memang mengayomi warga masyarakat, kita harus selalu hadir di tengah - tengah masyarakat, terutama dalam situasi mewabahnya pandemi Covid -19 seperti yang sama - sama kita alami saat ini,"ucapnya. (**)

Kategori : Bukittinggi, Umum
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...