Kamis, 30 April 2020 08:20 WIB

Wanita Cantik Asal Prancis Ini Bersyahadat Saat Orangtuanya Memilih Ateis, Kini Tinggal di Bandung

910fb712a5cd0b2d902ff1jbq-142048.jpg
Maria, mualaf asal Prancis yang kini tinggal di Bandung. (wolipop)
NAMANYA Maria. Gadis berparas cantik yang kini berusia 24 tahun ini lahir di Dijon, Prancis. Maria dibesarkan dalam lingkungan keluarga beragama Katolik, namun saat remaja, dia memutuskan memeluk agama Islam. Berikut kisahnya, seperti dikutip dari Wolipop.

Maria menjadi mualaf ketika usianya hampir 15 tahun. Ia memutuskan bersyahadat saat kedua orangtuanya yang awalnya beragama Katolik memilih menjadi ateis (tidak percaya adanya tuhan).

''Ketika masih kecil, orangtuaku beragama Katolik sehingga mereka mendidik aku sebagai seorang Katolik sampai aku berusia 12 tahun. Ketika mereka meninggalkan agama Katolik dan menjadi ateis, adik-adikku mengikuti kepercayaan kedua orangtua, akan tetapi aku masih bingung. Beberapa bulan kemudian aku menemukan tetanggaku yang baru memeluk agama Islam,'' ungkap Maria dalam wawancara dengan Wolipop via WhatsApp pada Senin (27/4/2020).

Maria pun menjelaskan prosesnya untuk menjadi mualaf.

''Ketika aku menemukan agama Islam, sekitar usia 12 atau 13 tahun, dua hal yang menarik bagiku tentang agama Islam adalah perspektif Islam tentang rasa hormat dan (keluarga) cinta, dan pertimbangan perempuan dalam Islam terutama melalui sosok Maria, ibu Yesus (aku kemudian menemukan banyak perempuan penting lainnya dalam Islam). Lalu aku belajar tentang dasar-dasar Islam sehari-hari (salam, wudhu, makanan, dan lainnya). Dan saat aku mulai membaca Alquran, aku menemukan bahwa Islam menyangkut di semua bidang kehidupan (sejarah, filsafat, linguistik, ilmu pengetahuan, kedokteran, dan lain-lain),'' terangnya.

Maria merasa, semakin belajar tentang Islam, keingintahuannya pun semakin besar. Dan dia takjub karena Islam selalu memberikan solusi untuk pertanyaannya.

''Yang membuat aku selalu terkesan itu Islam adalah solusinya. Terutama karena solusi itu tidak terlalu jauh, tapi rasional. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengucapkan syahadat dan mengikuti shalat untuk pertama kalinya beberapa minggu sebelum aku berusia 15 tahun,'' kisah Maria yang kuliah di University of Burgundy, Dijon, Prancis.

Maria bersyukur, kedua orangtuanya mendukung keputusannya untuk memeluk agama Islam. Meski awalnya mereka memberikan respons negatif karena stigma buruk tentang Islam di Prancis.

''Kesulitan pertama sebagai mualaf adalah menghadapi penghakiman keluarga da juga salah satu masyarakat, yang menganggap Islam sebagai agama yang berbahaya. Sampai akhirnya keluargaku menerima siapa aku yang sebenarnya, meskipun masih ada beberapa ketakutan didasarkan pada definisi mereka terhadap Islam,'' terangnya.

Setelah menjadi mualaf, Maria mengaku pernah mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan di Prancis. Beberapa temannya pun mengatakan padanya bahwa sulit menjadi seorang wanita Muslim di Prancis.

''Islam adalah agama yang ditentang di Prancis (dan di Barat pada umumnya). Jadi aku ingin segera belajar dan tinggal lalu bekerja di luar negeri, untuk menemukan tempat di mana aku akan bebas untuk menjadi muslim dan dihormati sebagai seorang wanita (atau bahkan menjadi seorang manusia, seperti orang lain),'' jelasnya.

Pada akhirnya Maria menemukan tempat tinggal yang bisa membuatnya merasa nyaman sebagai muslim, yakni di Indonesia. Dia datang ke Indonesia, tepatnya Kota Bandung sejak 2019 lalu. Keputusannya untuk tinggal di Indonesia ini juga didukung kedua orangtuanya.

''Orangtuaku saat ini membantuku secara finansial untuk melakukan perjalanan dan tinggal di Indonesia, mengetahui kesulitanku untuk hidup di Prancis sebagai seorang muslim. Bahkan jika mereka tidak percaya dalam Islam, aku berpikir mereka memilih untuk percaya pada keputusanku dan mendukung penuh, Alhamdulillah,'' ucap Maria penuh syukur.***

Editor : hasan b
Sumber : wolipop
Kategori : Feature
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...