Sabtu, 25 April 2020 14:15 WIB

Faisal Basri Sebut Penanganan Corona Tak Karuan Gara-gara Campur Tangan Luhut

79dd5d68787b91959a51e2wsl-141740.jpg
Ekonom Faisal Basri. (detikcom)
JAKARTA - Ekonom senior Faisal Basri menilai penanganan kasus virus corona di Indonesia menjadi tidak karuan gara-gara campur tangan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

''Penanganan pandeminya enggak jelas, siapa yang jadi komandan? Luhut Panjaitan atau Ketua Satgas atau siapa? Setiap orang bicara,'' kata Faisal dalam diskusi online, Jumat (24/4/2020), seperti dikutip dari Tirto.id.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini memaparkan, carut marut penanganan wabah corona di antaranya tercermin dari maju-mundurnya kebijakan larangan mudik yang dinilainya terlambat diambil pemerintah.

Selain itu, terjadinya ketidakkompakan antara pemerintah pusat dan daerah soal larangan ojek online mengangkut penumpang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Bahkan, dari pengamatannya seolah pemerintah tak serius dalam menegakkan aturan PSBB karena masih banyak orang keluar rumah.

''Sebetulnya kita amat sulit memprediksi Indonesia karena penanganan Covid-19-nya enggak karu-karuan. Kita tidak pernah tahu, serba tanggung. Mudik, sudah jutaan keluar, baru dilarang. PSBB di Jakarta kita lihat, kemarin saya kebetulan wajib ke rumah orang tua, macet di Pancoran, seperti tidak ada apa-apa,'' ujarnya.

Perpindahan manusia yang sekaligus memperbesar risiko penularan baru virus corona masih terjadi. Kondisi ini, kata Faisal, membuat pemerintah kesulitan dalam menghitung kebutuhan ongkos penanggulangan virus corona secara tepat.

''Jadi kita tidak pernah tahu sampai puncaknya itu kapan. Dan ongkosnya semakin besar. Dan kita tidak punya kemampuan untuk mem-backup ekonomi kita supaya tidak turun terlalu tajam,'' tandasnya. ***

Editor : hasan b
Sumber : tirto.id
Kategori : Umum, Nasional
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...