Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
Olahraga
20 jam yang lalu
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
2
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
Olahraga
20 jam yang lalu
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
3
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
Sumatera Barat
19 jam yang lalu
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
4
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
Umum
9 jam yang lalu
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
5
Ria Ricis Resmi Jadi Janda, Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak
Umum
9 jam yang lalu
Ria Ricis Resmi Jadi Janda, Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak
6
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
Nasional
9 jam yang lalu
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Langkah Tim Basket Putri Indonesia Terhenti

Langkah Tim Basket Putri Indonesia Terhenti
Rabu, 16 Oktober 2019 14:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
DOHA - LangkahnTim Basket Putri Indonesia terhenti di babak penyisihan cabang olahraga Basket 3x3 World Beach Games 2019. Dalam pertandingan terakhir Grup B yang digelar di Katara Beach Doha, Qatar,  Selasa (15/10/2019) pukul 16.40 waktu setempat atau 20.40 WIB, Joavita Elizabeth dan kawan-kawan dipaksa mengakui krunggulan Tim Basket Putri Chuna dengan skor 21-10.

Kekalahan ini sekaligus menutup peluang Srikandi Merah Putih melaju ke babak berikutnya. Sedangkan China yang tampil tanpa terkalahkan dalam tiga laga langsung memposisikan sebagai juara Grup B. 

"Boleh disebut laga melawan China itu merupakan penampilan terbaik Tim Basket Putri Indonesia. Mereka sudah bisa menjalankan instruksi yang diberikan dengan baik," kata Pelatih Tim Basket Indonesia' Atnthony Gunawan yang ditemui usai perrandingan. 

Hanya saja, kata Anthony, kemampuan memaksa Lingge Zhang dan kawan-kawan melakukan penetrasi dengan no help defence tidak bisa dipertahankan sepanjang pertandingan. 

"Anak-anak hanya mampu menjalankan intruksi dalam lima menit pertandingan dimana laju perolehan angka China bisa ditekan dengan selisih 2 poin. Setelah itu, pemain China merajala dan laju poinnya tak bisa dihentikan," jelasnya. 

Penyebab tidak berjalannya instruksi sepanjang pertandingan, kata Anthony, lebih disebabkan kondisi fisik pemain yang kurang mendukung. "Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemain bahwa betapa pentingnya dukungan kondisi fisik yang prima. "Konsistensi itu hanya bisa dipertahankan selama pertandingan dengan dukungan fisik yang prima," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Olahraga
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/