Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Sabar Main di Timnas Indonesia, Maarten Paes Sebut Momen Besar Jadi WNI
Olahraga
14 jam yang lalu
Tak Sabar Main di Timnas Indonesia, Maarten Paes Sebut Momen Besar Jadi WNI
2
Aditya Bagus Arfan Tuntaskan Misi di Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024
Olahraga
6 jam yang lalu
Aditya Bagus Arfan Tuntaskan Misi di Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024
3
Tom Holland dan Zendaya Rahasiakan Persiapkan Pernikahan
Umum
2 jam yang lalu
Tom Holland dan Zendaya Rahasiakan Persiapkan Pernikahan
4
Digosipkan Pacari Putri Zulkifli Hasan, Venna Melinda Dukung Verrel Bramasta
Nasional
2 jam yang lalu
Digosipkan Pacari Putri Zulkifli Hasan, Venna Melinda Dukung Verrel Bramasta
5
Prilly Latuconsina Bikin Film Horor 'Temurun' Jadi Ajang Fun Run
Umum
2 jam yang lalu
Prilly Latuconsina Bikin Film Horor Temurun Jadi Ajang Fun Run
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/
Home  /  Berita  /  Politik

Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Amien Rais Ingatkan 'Demokrasi Bodong'

Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Amien Rais Ingatkan Demokrasi Bodong
Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional), Amien Rais (tengah) saat jumpa pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019). (Foto: Zul/GoNews)
Senin, 15 Juli 2019 15:31 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional), Amien Rais mewanti-wanti politisi soal bahaya demokrasi 'bodong'. Menyusul terjadinya rekonsiliasi Prabowo-Jokowi.

Dalam jumpa pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019), Amien menegaskan pentingnya oposisi dalam demokrasi.

"Kalo demokrasi tanpa oposisi itu namanya demokrasi boongan, demokrasi bodong," kata Amien.

Karenanya, untuk tetap menjaga adanya oposisi, Amien mengatakan, rekonsiliasi jangan hanya soal konsesi kekuasaan.

"Jangan pernah kooptasi, dapat 1-2 kursi kemudian kocar-kacir semua," kata Amien.

Partai politik sebagai pengisi parlemen, ditegaskan Amien, berfungsi sebagai pelaksana pengawasan terhadap pemerintah. Sehingga, "kalau parlemen sebagian besar sudah jadi cap stempel atau juru bicara ekskekutif (karena partai oposan terlibat di konsesi eksekutif, red), itu namanya kematian buat demokrasi,".

Amien pun berharap, Jokowi mendapat kekuasaannya secara 'utuh' sebagai presiden terpilih periode 2019-2024.

"Wanti-wanti saya, jangan mencoba kemudian mengaburkan (demokrasi, red) sehingga demokrasi berubah menjadi otokrasi," pungkas Amien.***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/