Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Enak dengan Bea Cukai, Enzy Storia Harap Ada Perbaikan Layanan Publik
Umum
20 jam yang lalu
Tak Enak dengan Bea Cukai, Enzy Storia Harap Ada Perbaikan Layanan Publik
2
1st FOBI World Barongsai Championship 2024, Grace Natalie: Sejarah Terukir Pertama Kali Piala Presiden Diperebutkan
Olahraga
23 jam yang lalu
1st FOBI World Barongsai Championship 2024, Grace Natalie: Sejarah Terukir Pertama Kali Piala Presiden Diperebutkan
3
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
Umum
20 jam yang lalu
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bom Kembali Meledak di Belakang Polsek Taman Sidoarjo, Satu Orang Tewas

Bom Kembali Meledak di Belakang Polsek Taman Sidoarjo, Satu Orang Tewas
Korban ledakan bom di Sidoarjo. (kumparan)
Minggu, 13 Mei 2018 22:33 WIB
SIDOARJO - Sebuah bom meledak di Sidoarjo, Jawa Timur. Bom meledak tepatnya di belakang Polsek Taman, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung membenarkan informasi itu.

"Benar. Anggota sedang menuju ke lokasi," ujar Frans saat dikonfirmasi di Mapolda Jatim, Minggu (13/5).

Polsek Taman berjarak 14 km dari Gereja Santa Maria Tak Bercela yang diserang bom bunuh diri. Bom meledak di tiga gereja sekaligus dalam waktu hampir bersamaan, yakni di Gereja Santa Meria Tak Bercela, GKI Wonokromo Jalan Diponegoro, dan GPPS Arjuna.

Ledakan ini diketahui berasal dari bom rakitan yang sedang dibuat di salah satu unit rusunawa Wonocolo. Rusunawa Wonocolo berada di belakang Polsek Taman, Sidoarjo. "Ledakan bersumber dari bom rakitan di salah satu kamar rusunawa," imbuh Frans.

Rusunawa itu dihuni oleh satu keluarga. Akibat ledakan itu, satu orang yang diduga kepala keluarga tewas. Sedangkan anaknya mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit.

"Korban meninggal dunia dari pihak suami, sedangkan untuk anaknya dibawa ke RS," tutur dia.

Unit rusunawa itu diduga digunakan untuk merakit bom. Polisi juga menemukan sebuah ransel yang sudah dipasang bom rakitan.

"Informasi juga didalam kamar tersebut masih ada ransel milik korban," ucap Frans.

Saat ini, polisi sedang menuju ke lokasi. Petugas dari Polsek Taman tidak berani masuk ke unit rusun dan memilih menunggu tim Gegana.

"Petugas Polsek Taman tidak berani mendekat TKP, menunggu Tim Jihandak untuk penanganan lebih lanjut," pungkas dia. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/