Sabtu, 08 Juli 2017 07:08 WIB
Religi

Mengenal Islam Setelah Bertemu Pemuda Muslim di Ruang Baca Kafe, Anna Akhirnya Memutuskan Bersyahadat

gonewsco_vruyx_23115.jpg
Ilustrasi mualaf. (republika.co.id)
JAKARTA - Tidak lama pasca peristiwa pengeboman WTC 11 September, saat kebencian masyarakat Amerika Serikat terhadap Islam luar biasa besar, Anna berkenalan dengan Chabane Maidi, pemuda yang ketika itu berusia 19 tahun. Chabane Maidi baru menjadi mahasiswa ketika itu.

Pertemuan tak terduga Anna dengan Chanabe ternyata menjadi jalan bagi gadis tersebut mendapatkan hidayah (memeluk Islam).

Anna baru menyadari saat memikirkan hidupnya pernah berada dalam masa transisi dari kehidupan masa lalu hingga memiliki kehdiupan yang baru sebagai muslim.

Kisahnya dimulai ketika Anna mengenal Chanabe di sebuah ruang baca Cafe Hoosier. Saat itu Chanabe dengan ramah memberinya sebotol jus.

Anna bertemu dengan suaminya itu tahun 2006 ketika berusia 18 tahun. Dia mengaku, bahwa berkat suaminya, dia memeluk Islam. Anna bukanlah wanita yang religius. Namun, dia tetap percaya bahwa Tuhan ada.

Berbeda dengan suaminya, saat Anna mengenalnya Chabane adalah seorang muslim yang taat. Chabane memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama dan Alquran.

Anna pun mencoba untuk membaca Alquran. Sebagai seorang mahasiswa, Anna tidak terlalu punya banyak waktu untuk membaca kitab suci hingga khatam.

Namun, suatu saat, dia ditawari bekerja magang di Prancis 2009. Anna mulai sering membaca Alquran lebih sering ketika berada di Prancis.

Dia mengaku, menemukan kebenaran ketika membaca Alquran. Dia pun resmi memeluk Islam sepekan sebelum dia kembali ke Amerika.

Sekembalinya ke Amerika, dia tidak segera memberitahu Chabane yang saat itu belum menjadi suaminya. "Saat itu saya hanya ingin bersama Tuhan saja," ucap dia.

Karena, ketika dia bertemu dengan Chabane, Anna merasa hidupnya tak lagi miliki dia dan Tuhannya. "Saya ingin merasakan hidup hanya ada saya saja sebentar," ujar dia.

Setelah menikah, Chabane dan Anna memiliki dua anak. Anak pertamanya berusia tiga tahun dan anak keduanya berusia 20 bulan. Setelah menjadi mualaf, Anna merasa dapat melihat banyak keindanhan di dunia. Dia merasa seolah-olah saya menjadi diri saya sendiri lebih dari sebelumnya.

Dia bersyukur mengenal Allah melalui Chabane suaminya. Karena tanpa dia, Anna tidak tahu saat ini dia akan berada di mana.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : GoNews Group, Umum
Loading...
Terpopuler 24 Jam Terakhir
Loading...