Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Timnas U 17 Wanita Tatap Laga Perdana Melawan Filipina di Piala Asia U 17 AFC 2024
Sumatera Barat
7 jam yang lalu
Timnas U 17 Wanita Tatap Laga Perdana Melawan Filipina di Piala Asia U 17 AFC 2024
2
Tampil Trengginas, Korea Utara Bekuk Korea Selatan
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Trengginas, Korea Utara Bekuk Korea Selatan
3
Melanggar Lalu Lintas, Gisele Bündchen Kena Tilang Polisi
Umum
6 jam yang lalu
Melanggar Lalu Lintas, Gisele Bündchen Kena Tilang Polisi
4
Chand Kelvin dan Dea Sahirah Sudah Resmi Bertunangan
Umum
6 jam yang lalu
Chand Kelvin dan Dea Sahirah Sudah Resmi Bertunangan
5
Rizky Febian Siap Lepas Masa Lajang, Mahalini Syahadat Sebelum Akad
Umum
7 jam yang lalu
Rizky Febian Siap Lepas Masa Lajang, Mahalini Syahadat Sebelum Akad
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Skip Challenge Bahayakan Nyawa, DPR Berharap Siswa yang Bandel Dihukum

<em>Skip Challenge</em> Bahayakan Nyawa, DPR Berharap Siswa yang Bandel Dihukum
Wakil Ketua Komisi X DPR, Ferdiansyah. (istimewa)
Minggu, 12 Maret 2017 00:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ferdiansyah meminta agar siswa yang melakukan "skip challenge" diberikan hukuman yang mendidik sehingga tak lagi mengulangi aksi tersebut.

"Orang tua, sekolah dan pendidik harus melakukan pengawasan secara rutin. Begitu juga pelakunya diberikan hukuman yang mendidik, sementara yang menjadi korban supaya diberikan motivasi untuk bisa menolak," ujar Ferdi di Jakarta, Minggu (11/3/2017).

Dia meminta korban untuk segera melapor ke guru maupun sekolah jika dipaksa melakukan "skip challenge". Menurut dia, tindakan seperti itu sangat membahayakan kesehatan dan berakibat sesak napas, pingsan, sampai kematian.

Aksi "skip challenge" menjadi tren baru di kalangan anak muda. Peserta tantangan itu harus ditekan dadanya sekeras mungkin selama beberapa waktu.

Akibat tekanan itu suplai oksigen ke otak berkurang dan kondisi ini berujung hilangnya kesadaran hingga kematian. Aksi tersebut menjadi tren karena menyebar melalui internet.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah meminta guru untuk melarang siswa atau peserta didiknya bermain "skip challenge".

"Kepada guru, terutama wakil kepala sekolah kesiswaan untuk memantau dan melarang anak-anak untuk melakukan itu," kata Mendikbud Muhadjir.

Mendikbud mengingatkan kepada pelajar tentang bahaya dari permainan tersebut karena bisa mengancam jiwa. ***

Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pendidikan, Pemerintahan, Politik
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/