Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Sabar Main di Timnas Indonesia, Maarten Paes Sebut Momen Besar Jadi WNI
Olahraga
21 jam yang lalu
Tak Sabar Main di Timnas Indonesia, Maarten Paes Sebut Momen Besar Jadi WNI
2
Aditya Bagus Arfan Tuntaskan Misi di Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024
Olahraga
12 jam yang lalu
Aditya Bagus Arfan Tuntaskan Misi di Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024
3
Tom Holland dan Zendaya Rahasiakan Persiapkan Pernikahan
Umum
9 jam yang lalu
Tom Holland dan Zendaya Rahasiakan Persiapkan Pernikahan
4
Digosipkan Pacari Putri Zulkifli Hasan, Venna Melinda Dukung Verrel Bramasta
Nasional
9 jam yang lalu
Digosipkan Pacari Putri Zulkifli Hasan, Venna Melinda Dukung Verrel Bramasta
5
Prilly Latuconsina Bikin Film Horor 'Temurun' Jadi Ajang Fun Run
Umum
8 jam yang lalu
Prilly Latuconsina Bikin Film Horor Temurun Jadi Ajang Fun Run
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/
Home  /  Berita  /  Umum

Pertama di Sumbar, Pusat Bisnis yang Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

Pertama di Sumbar, Pusat Bisnis yang Ramah Bagi Penyandang Disabilitas
Kawasan bisnis ramah bagi penyandang disabilitas di Padang. (foto: liputan6.com)
Rabu, 05 Oktober 2016 01:50 WIB
PADANG - Kawasan bisnis center di jalan Permindo, Kota Padang, resmi dijadikan sebagai lokasi ramah disabilitas pertama di Sumatera Barat. Trotoar sepanjang 334 meter dengan lebar 4 meter sudah diresmikan pada Jumat 30 September 2016 lalu. Pengerjaannya memakan biaya Rp 1 miliar.

Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengatakan kawasan percontohan ini akan diperpanjang hingga tugu air mancur di jalan Bagindo Azischan melewati jalan Sudirman--sekitar 1,5 kilometer. Sedikitnya, dibutuhkan dana sebesar Rp6 miliar untuk menyiapkan jalur khusus untuk disabilitas.

"Ini semua utk warga kota, terkhusus bagi penyandang disabilitas," kata dia.

Pengerjaannya ditargetkan mulai pada anggaran tahun depan. Menurut Mahyeldi, pembangunan jalur khusus penyandang disabilitas ini didasari pada peraturan walikota sebagai implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemenuhan dan Perlindungan hak-hak penyandang disabilitas.

"Kenapa kita melakukan ini, karena perintah undang-undang," ujar Mahyeldi. Perda disabilitas Kota Padang disahkan lebih dulu dari UU No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Pembangunan jalur khusus ini, menurutnya, tidak akan mematikan usaha pedagang kaki lima yang biasanya menghiasi kawasan trotoar tersebut. Pasca-penetapan sebagai jalur khusus bagi penyandang disabilitas, PKL tidak diperbolehkan menggunakannya sebagai tempat berdagang.

Pemko memberikan solusi dengan mengatur waktu berdagang bagi PKL mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Di kawasan ramah disabilitas ini disediakan 22 unit bangku taman, 33 buah lampu jalan, dan 16 tong sampah.

Direktur UNESCO untuk Indonesia, Shahbaz Khan, berharap keberhasilan Kota Padang dalam membangun kota ramah disabilitas disebarkan ke daerah lain di Indonesia.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kota Padang, Icun Suhadi, berharap ada penambahan kawasan ramah disabilitas. "Kita harapkan ada kawasan lain ramah terhadap disabilitas," kata Icun. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Liputan6.com
Kategori:Umum, Ekonomi, Pemerintahan, Sumatera Barat
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/