Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
Olahraga
20 jam yang lalu
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
2
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
Olahraga
19 jam yang lalu
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
3
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
Sumatera Barat
18 jam yang lalu
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
4
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
Umum
8 jam yang lalu
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
5
Ria Ricis Resmi Jadi Janda, Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak
Umum
8 jam yang lalu
Ria Ricis Resmi Jadi Janda, Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak
6
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
Nasional
8 jam yang lalu
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/

Angka Keracunan Meningkat, Penyebabnya karena Maraknya Makanan Kimia Beredar

Angka Keracunan Meningkat, Penyebabnya karena Maraknya Makanan Kimia Beredar
Kamis, 25 Januari 2018 22:00 WIB
JAKARTA - Angka kejadian keracunan makanan yang terjadi di 2017 meningkat dibandingkan 2016 dari 106 kejadian menjadi 142 kejadian.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, mengatakan pihaknya masih menghadapi masalah dalam keamanan pangan dengan tingginya kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan pada 2016 ada 106 kejadian, meningkat di 2017 menjadi 142 kejadian.

Anung menyatakan pentingnya kecukupan pangan untuk masyarakat harus dibarengi dengan keamanan produk pangan dari pencemaran secara fisik, kimia, ataupun biologis. Karena pangan yang tercemar bisa menyebabkan penyakit bawaan pangan yang sering terjadi di masyarakat dan bahkan hingga menyebabkan kematian.

Anung menjelaskan risiko penyakit bawaan pangan tersebut bisa diminimalkan dengan menerapkan berbagai persyaratan terkait keamanan produk pangan pada tempat-tempat pengolahan pangan.

Dalam upaya meminimalkan penyakit bawaan pangan tersebut Kementerian Kesehatan melakukan upaya sosialisasi prinsip kebersihan dan sanitasi pangan di rumah tangga, serta sanitasi total berbasis masyarakat.

''Selain itu juga perlu ada penguatan sistem KLB keracunan pangan agar setiap kasus bisa tertangani dengan cepat. Di lain hal juga Kementerian Kesehatan menerapkan sertifikasi kebersihan dan sanitasi pangan kepada restoran,'' kata Anung, Rabu (24/1/2018).

Menurut Anung, pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan, khususnya untuk konsumen, masih rendah. Pemerintah daerah juga masih belum banyak yang menerbitkan kebijakan terkait kebersihan dan sanitasi produk pangan.

Anung menyatakan bahwa masalah keamanan pangan bukan hanya pada Kementerian Kesehatan melainkan tanggung jawab lintas sektor. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:netralnews.com
Kategori:Ragam
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/